
Pulau Lengkuas
Mercusuar besi putih peninggalan Belanda tahun 1882 yang masih menyala setiap malam. Berdiri sendirian di tengah gugusan batu granit sebesar rumah. Pemandangan dari puncaknya adalah yang paling ikonik di seluruh Belitung.
Kalau ada satu tempat yang paling mewakili Belitung, inilah dia. Begitu perahu Anda mulai mendekat, menara besi setinggi 18 lantai itu sudah terlihat dari kejauhan. Dicat putih bersih, berdiri di atas pulau kecil yang dikelilingi batu granit raksasa di segala sisi. Mercusuar ini dibangun tahun 1882, saat Selat Karimata adalah jalur utama pengiriman timah dari Belitung ke seluruh dunia. Lebih dari 140 tahun kemudian, lampunya masih berputar setiap malam.
Naiklah ke puncaknya. Dua belas lantai tangga besi yang sedikit berderit akan membawa Anda ke salah satu pemandangan terbaik di Indonesia. Dari atas, lautnya biru toska di bagian dangkal, biru tua di bagian dalam. Pulau-pulau granit kecil tersebar di bawah seperti punggung hewan purba yang sedang tidur. Di sisi timur pulau ada spot snorkeling dengan terumbu karang yang masih sehat. Ikan badut, angelfish, parrotfish, semuanya ada di sini dan tidak takut pada perenang. Tips dari kami: datang sebelum jam sembilan pagi. Cahayanya masih lembut, perahu wisata belum banyak, dan Anda bisa menikmati Lengkuas tanpa berbagi dengan siapa pun.
